Air Terjun Putri, Mandiangin Tahura Sultan Adam

 “Air terjun di Tahura Sultan Adam Mandiangin memiliki 3 tempat, yakni air terjun Mandin Putri. Air terjun ini mempunyai ketinggian sekitar 12 meter, menyajikan pemandangan yg sangat menyejukkan mata. 



Air terjun ini sangat tepat bagi orang tua yang mau bawa anaknya main air atau mandi. Karena dilengkapi dengan kolam renang yang airnya dialirkan dari air terjun, sehingga aman untuk anak anak.



Dia menambahkan, jika anak-anak mandi di sana, para orang tua tidak perlu khawatir anaknya jatuh di bebatuan. Lebih-lebih kesegaran air terjun di sana juga masih sangat terasa.
Air terjun yang kedua adalah air terjun Mandin Putri Kembar. Air terjun ini mempunyai keunikan karena di bagian dasar air terjun terdapat danau yang cukup besar dengan ukuran 10 x 10 meter sebagai tumpahan air yang jatuh dari bagian atas.



Air terjun yang ketiga, yakni air terjun Mandin Tirai Hujan, yakni air terjun yang mempunyai keunikan, karena mempunyai 3 tingkatan aliran air yang jatuh dari bagian atas dengan ketinggian sekitar 20 meter.
Air terjun tersebut dapat membuat kita takjub akan keindahan alam Tahura. Bagi yang suka adventure pas kalau ke air terjun ini. Dijamin pulangnya bakalan segar dan siap beraktivitas kembali.

yuk weekend ke tahura sultan adam, dijamin puas menikmati hari libur kalian


Air Terjun Unik, Janda Beranak Tiga Kalimantan Selatan

Air terjun ini memiliki keunikan mulai dari penemuannya, penamaannya, jalan menuju ke sana yang adventurous serta banyaknya tingkatan air terjun. Terlepas dari keunikannya dan manfaat ekonomi, dari pembukaan tempat wisata baru ini, 

Jalan menuju air terjun masih berupa tanah merah yang becek (berlumpur) sehabis hujan. Tapi mantap loh, jadi berasa banget petualnganya,  terus ada sungai kecil jernih yang harus diseberangi. Kalaupun nanti jalan dibangun,  Jadi, yang jalan kaki nyaman, yang naik motor atau sepeda masih bisa merasakan serunya medan. Apalagi jalannya naik turun. mantap.

Yang menarik adalah bahwa di kawasan ini dilarang membuang puntung rokok / membuat api sembarangan. Memang kawasan ini bukan hutan belantara tapi lebih ke bukit kecil dengan semak-semak tinggi. Bisa jadi saat musim kemarau, tempat ini rawan kebakaran. Dan bisa jadi debit air juga akan berkurang.

Setelah sekitar 15 menit perjalanan akhirnya sampai juga di air terjun. Dan yang pertama kali terlintas di pikiran adalah airnya jernih sekali. Air terjun ini memiliki setidaknya 3 tingkatan (yang terlihat tinggi). Dua tingkat berada di bawah dan jaraknya berdekatan, sedangkan yang satu sedikit jauh di atas. Ini berdasarkan hasil tracking saya yang terbatas. Bisa jadi ada banyak lagi tingkatan air terjun kalau naik lagi ke arah hulu. Yang pasti, airnya di sini sangat jernih dan segar. Banyak yang bisa dilakukan di sini, seperti menikmati suara aliran sungai, main air, foto-foto, membaca buku sambil menikmati suara air  Enaknya adalah karena air terjun ini tidak terlalu tinggi dan kita bisa naik melalui jalan setapak di samping sungai, jadi ada banyak spot untuk menikmati pemandangan. Dan ketika banyak tingkatan yang bisa diakses, semakin banyak pula tempat untuk bersantai.

Bukit Loksajukung Pesona Alam Meratus Yang Lama Tak Terjamah

Bukit Lok Sajukung terletak di Desa Ketapang, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Bukit ini letaknya sangat dekat dari Kota Pelaihari, ibukota Kabupaten tanah laut.



Hanya dalam waktu 15 menit, kita akan sudah berada di kaki Bukit Lok Sajukung. Selanjutnya, untuk sampai ke Bukit Lok Sajukung dibutuhkan waktu sekitar 2-3 jam dengan berjalan kaki.


Perjalanan menuju Bukit Lok Sajukung sangat mengasyikan, dengan tracking berjalan kaki, kita akan dapat merasakan angin segar khas perbukitan. Selain itu, suasana pegunungan yang sangat asri sepanjang perjalanan kita akan banyak menemui banyak pepohonan.





pada musim tertentu kita akan mencium semerbak sebuah aroma bunga khas, sepanjang jalan kita akan banyak menemui bunga bangkai atau rafflesia arnoldii.

sekitaran seperempat perjalanan Sebelum kita sampai di puncak bukit Lok Sajukung, kita akan melewati sungai kecil berbatu yang merupakan aliran pegunungan, air yang cukup segar dan dingin. cukup untuk melepaskan dahaga karena airnya yang bisa diminum dan alami dari mata air pegunungan.



Setelah hampir puncak kita bisa melihat permandangan kota pelaihari dan bila beruntung kita bisa menyaksikan sunset yang sangat indah, setelah samapai dipuncak kita menemui padang lapang yang di tumbuhi rerumputan hijau yang sangat indah dan saat malam datang kita dapat dengan jelas melihat kelap kelip lampu kota dari puncak bukit.



nah kapan lagi kalian kesini kawan kawan, dijamin nga bakalan nyesal ko, malah nagih....
tapi ingat jaga kebersihan dan keasrian alam kita. (Arpdoank14)





Manggasang, Barabai Kalimantan Selatan

Wisata Manggasang Kabupaten Hulu Sungai Tengah – Tempat wisata di daerah Barabai HST sepertinya lebih banyakan menawarkan keindahan alamnya dibanding wisata buatan. Wisata untuk ngadem yang dekat dengan pusat kota Barabai ada Wisata Pagat Batu Benawa yang sudah lama terkenal dan selalu ramai pegunjung ketika hari lebaran, ada juga Waterpark Baruh Bunga dan Outbound yang bisa dibilang wisata baru di Barabai namun sudah banyak memikat hati wisatawan.

Dan tak ketinggalan Wisata Manggasang di Desa Batu Tunggal, Kecamatan Hantakan, Barabai, HST yang patut Anda singgahi. Objek wisata ini menawarkan pemandangan air yang mengalir dari sumber pegunungan menyegarkan. Pemandangannya sangat indah karena airnya mengalir di antar bebatuan alam yang eksotis, ada juga yang membentuk air terjun kecil. 

Daya Tarik Wisata Manggasang Barabai

Mari kita ulas satu persatu daya tarik dan keistemewaan tempat wisata yang satu arah dengan Wisata Pagat dan Waterpark Baruh Bunga ini.

1.    Lokasi Strategis
Objek wisata Manggasang lokasinya sagat strategis karena tidak terlalu jauh dari pusat Kota Barabai, hanya berjarak  sekitar 13 – 15 KM. Juga dekat pemukiman warga, sehingga mudah dikunjungi berkali-kali.

2.    Wisata Air Menyegarkan
Aliran sungai yang berhulu di Pegunungan Meratus ini sangat menggoda untuk menceburkan diri.  Airnya yang jernih dan bersih akan membuat Anda betah berenang atau skedar berendam di sana.  Jika mau, Anda juga bisa menyewa ban atau pelampung untuk bermain air. Jika tak ingin main air atau sudah capek (lapah) main air, Anda bisa gelar tikar di tepi sungainya. Areanya luas kok dan tidak becek karena tertutup batu kerikil halus, tempatnya enak buat bersantai sambil masak mie soto banjar atau seduh kopi.

 3.    Cuci Kendaraan Gratis
Di wisata Manggasang, Anda bisa gratis sepuasnya cuci kendaraan roda dua bahkan mobil sekalipun. kendaraan yang Anda bawa bisa langsung masuk ke area dalam tempat wisata. Untuk cuci kendaraan gratis, Anda tinggal arahkan kendaraan Anda ke area yang landai hingga mencapai aliran sungai di tepinya. Nah, setelah itu tinggal cuci sendiri deh dengan alat cuci motor manual. 

4.    Harga Tiket Murah
Hraga tiket masuk wisata Manggasang terbilang murah, tiket masuknya sekitar 5000-an saja. Kendaraan bisa di bawa masuk atau dititipkan di tempat parkir luar. Jika bukan hari besar, seperti Hari Raya. Kendaraan yang dibawa masuk bebas tanpa biaya tambahan.

5.    Fasilitas Manggasang
    Fasilitas di wisata Manggasang bisa dbilang minim dan seadanya.  Fasilitasnya : Warung makan,  parkir dan toilet. Jika hari sedang ramai ada juga penjaja pentol yang jualan dalam lokasi wisata. Untuk keperluan ibadah, seperti shalat. Anda bisa menuju masjid atau mushola terdekat dari lokasi wisata.   

Lokasi dan Rute Menuju Wisata Manggasang

Lokasi : Desa Batu Tunggal, Kec. Hantakan, Barabai, Kab. Hulu Sungai Tengah (HST). Jika dari arah Barabai, Wisata Manggasang berada di sebelah kanan jalan.

Rute Menujunya:

Strat dari Barabai – Menuju Mesjid Shulaha – Batali – Gambah – Memasuki wilayah Desa Pagat dan akan melewati TMP Kusuma Bangsa (Kubur Pahlawan) – Melewati Polsek Batu Benawa – Melewati Objek Wisata Pagat – Desa Haliau (Waterpark Baruh Bunga dan Outbound) – Manggasang.

Bukit Tabuan

Bukit Tabuan (Pasepakan) adalah salah satu bukit di Sungai Anaru, Riam Kanan, Kalimantan Selatan. Untuk menuju bukit ini dari kota banjarmasin kita menuju ke kota banjarbaru, melewati desa sungai ulin lurus terus melewati mandiangin dan kiram park) jadi lurus terus aja...kemudian ada desa karang intan kalau kita belok kiri (Menuju ke danau tamiyang) tapi ingat kita jalan lurus terus aja mengikuti jalan, nanti akan melewati tempat wisata sungai kembang lagi di sebelah kiri jalan, kalau sudah ketemu PLTA Riam Kanan berarti sebentar lagi kita akan samapai nah kita terus saja menuju pelabuhan Riam kanan stelah sampai pelabuhan kita harus menggunakan kelotok (Perahu), biaya sewa sekitar Rp. 500.000 ( Maximal 15 Orang/Kelotok atau perahu mesin). Oh iya sedikit info di sekitaran pelabuhan terdapat warung  makan, nah disitu terkenal dengan nasi daging menjangan ( Rusa) khas daerah situ cobain deh dijamin ketagihan. (Iklan dari yang punya warung ..hehehhe..tapi saya pernah makan ko..emang beneran enak sumpah...)

Perjalanan menuju ke bukit sekitaran 1 jam perjalanan dengan view bukit bukit hijau yang sangan asri dan tambak tambak penduduk sekitar, dijamin memanjakan mata kita (Tapi ingat selalu berhati hati ya) danau riam kanan sangat dalam dan lumayan berarus cukup deras selalu patuhi protokol keselamatan.


               (Nah ini penampakanya setelah kita sampai)



disana kita bisa camping tepat di kaki bukit atau langsung camping di puncaknya, untuk tracking ke puncak kurang lebih waktu yang di perlukan sekitar 45 menit



Kali ini kami ngecamp di kaki bukitnya saja, di karenakan pada saat ke sana kami berangkat dimalam hari dan tidak memungkinkan untuk ke puncak bukit.


( Tepat Di Depan, Tampak Puncak Bukit Tabuan)



(Santuy dulu......)


Bukit Guling Riam Kanan, Kalimantan Selatan

Bukit guling adalah bukit yang terbilang baru yang terletak d kecamatan aranio kab.banjar, untuk bisa mencapai kesini membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam,tapi tenang guys jalan nya cukup landai, di puncak kita bisa menikmati keindahan riam kanan yang begitu menawan dgn rerumputan yang begitu hijau"nya & bahkan kita bisa melihat waduk riam kanan.

Bukit ini merupakan tempat warga melepaskan ternak seperti sapi (hadangan) untuk untuk mencari makan.
Perjalanan ke bukit  parkiran Bukit Matang Keladan, hanya beda simpang jalan.

Untuk menuju ke bukit ini dari bundaran banjarbaru kita menuju ke pelabuhan riam kanan arah menuju ke bukit matang keladan,  melalui desa tiwingan lama memasuki kebun karet , menyeberangi sungai dan rimbunya pepohonan dan padang ilalang, untuk petunjuk jalan sudah tertera di pohon yg kita lewati.



Dijamin sangat memanjakan mata, suara arus air sungai yang jernih menambah keasrian jalan menuju ke puncak bukit guling.

Tapi ingat kalau mau ketempat ini diusahakan jangan di musim penghujan, jalanan menuju puncak sangat licin, tapi kalau memang kebelet banget mau kesini silahkan saja asalkan hati-hati


 

Keren kan Gaess, ayo kapan kalian kesini. jangan lupa ajak teman teman kalian kesini, dijamin mantap full






Bukit Gelatik, Sungai Riam Pelaihari Kalimantan Selatan

Bukit Gelatik merupakan sebuah pegunungan yang berada di Desa Sungai Riam Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan . Keindahan Bukit Gelatik sejak beberapa tahun silam telah menggugah hati pecinta wisata alam  untuk trekking dan camping di puncaknya. 

Panorama Keindahanya dari ketinggian patut di acungi dua jempol

Deretan banyak bukit dapat kita susuri. Lokasi puncak bukit begitu luas sejauh mata memandang karena Bukit Gelatik menyatu dengan bukit-bukit lainnya di sepanjang wilayah Kecamatan  Panyipatan.

Di sepanjang Bukit Gelatik, kita juga bisa menyaksikan sapi dan kerbau milik masyarakat sekitar yang bebas berkeliaran di sepanjang puncak bukit.




Bukit Gelatik memiliki ketinggian kurang lebih 300 mdpl, bukit ini terletak pinggir jalan raya Pelaihari – Pantai Batakan. Untuk menuju Bukit Gelatik, lurus saja menyusuri jalan menuju pantai Batakan sekitar 15Km perjalanan dari kota pelaihari kemudian menemukan pasar Sungai Riam ada jalan aspal ke kiri masuk ke sana hingga menemukan rumah Ketua RT 18 Desa Sei Riam. 


Lokasi parkir pengunjung Bukit Gelatik ada di halaman rumahnya. Namun sebelum parkir ada pos jaga bayar masuk.

Asal nama Bukit Gelatik, dikarenakan diatas bukit banyak ditemui burung gelatik terbang berseliweran menambah keindahan tersendiri dari bukit ini


 






Nah Cuma ini yang bisa saya share. Kalo sudah ketempat ini jangan lupa selalu jaga kebersihanya ya
selalu ingat salam lestari jangan meninggalkan sesuatu selain jejak, jangan membunuh sesuatu selain waktu & jangan mengambil sesuatu selain foto

Pagat Batu Benawa, Legenda Raden Penganten Barabai

Objek wisata Pagat Batu Benawa terdiri atas bukit, sungai, dan gua yang dapat dijelajahi oleh wisatawan. Selain itu, terdapat mata air yang jernih di dalam gua yang berada di kaki Bukit Batu Bini. Setelah memasuki pintu masuk, kita dapat menemukan sebuah dinding yang menceritakan sejarah terjadinya Pagat Batu Banawa ini. 


Sungainya yang bearus sedang merupakan salah satu daya tarik objek wisata ini, sungainya yang lebar dan tidak terlalu deras membuatnya cukup aman untuk mandi apabila air sungai dalam kondisi yang normal. bahkan ada yang menyewakan pelampung bebek untuk anak-anak yang ingin mandi di sini. Untuk menyebrangi sungai ini ada dua alternatif, yaitu lewat jembatan gantung yang telah dibangun atau melalui rakit bambu yang disusun sampai ke seberang, kedua jalur ini memepunyai sensasi yang berbeda namun sama-sama harus membayar uang untuk bisa menyeberang. Untuk menaiki bukit sudah dibangun tangga dari semen dan kayu, di sinilah butuh fisik yang prima untuk menapakai puluhan anak tangga untuk dapat ke puncak, tangga yang terjal haruslah dilewati dengan hati-hati supaya tidak terjatuh. Namun sesampainya di puncak keletihan akan terbayar dengan pemandangan yang kita dapatkan, dari kesibukan di bawah, landscape yang menghijau serta pegunungan meratus. DI puncak sebenarnya sedah dibangun shelter untuk beristirahat namun karena kirangnya kesadaran tempat itu hanya tertinggal atapnya saja.

Konon pada zaman dahulu kala, di Desa Pagat, Kalimantan Selatan, hiduplah seorang janda tua bernama Diang Ingsung dengan seorang anaknya yang bernama Raden Penganten. Kehidupan mereka berdua diliputi dengan rasa kasih sayang, karena keluarga itu hanya terdiri dari dua orang sehingga tidak ada anggota keluarga lain tempat membagi kecintaannya. Kehidupan mereka sangat sederhana. Mereka hanya hidup dari alam sekitarnya, tanaman hanya terbatas pada halaman rumahnya, demikian pula perburuannya terbatas pada binatang-binatang yang ada di sekitar desa mereka. Karena itulah maka pada uatu hari Raden Penganten berminat untuk pergi merantau, mencari pengalaman dan kehidupan baru di negeri orang. Demikian keras kehendak Raden Penganten, sehingga walaupun ia dihalang-halangi dan dilarang ibunya, ia tetap juga pada kemauannya. Akhirnya, si ibu hanya tinggal berpesan kepada anak satu-satunya yang ia kasihi, agar anaknya membelikan sekadar oleh-oleh apabila anaknya kembali dari perantauan. Maka, berangkatlah Raden Penganten ke sebuah negeri yang jauh dari desanya. Di sana ia dapat memperoleh rezeki yang banyak, karena selalu jujur dalam setiap perbuatannya. Di sana ia dapat pula menabungkan uangnya hingga dapat membeli barang-barang yang berharga untuk dapat dibawa kembali kelak. Di perantauan, Raden Penganten dapat pula menikah dengan seorang putri dari negri tersebut yang cantik paras mukanya. Demikianlah maka Raden Penganten dapat tinggal di perantauannya, untuk beberapa tahun lamanya. Pada suatu ketika timbulah niat Raden Penganten untuk kembali ke negerinya dan menjumpai ibunya yang telah lama ia tinggalkan. Dibelinya sebuah kapal, lalu dipenuhi dengan barang-barang. Pada saat yang telah ditentukan, berangkatlah ia bersama istrinya menuju kampung halaman di mana ibunya tinggal. Berita kedatangannya itu terdengar pula oleh ibunya. Ibunya yang sekarang telah tua, dengan sangat tergesa-gesa datang ke pelabuhan untuk menjemput anaknya yang tercinta. Namun ketika sampai di pelabuhan, betapa kecewanya hati Diang Ingsung, jangankan mendapat oleh-oleh yang dipesannya dulu, mengakui dirinya sebagai ibu yang telah melahirkannya pun, Raden Penganten tidak mau. Rupanya, di depan istrinya yang cantik jelita, ia merasa malu mengakui Diang Ingsung yang telah tua renta dan berpenampilan sangat bersahaja itu sebagai ibunya. Betapa besar rasa kecewa dan sakit hati Diang Ingsung. Tapi ia masih berusaha menginsafkan anaknya yang durhaka itu, tapi Raden Penganten tetap membantah dan tetap tidak mau mengakui ibunya itu. Ia malahan membelokkan kapalnya mengarah ke tujuan lain meninggalkan pelabuhan dan Diang Ingsung yang hancur hatinya karena perbuatan anaknya yang durhaka. Dengan hati yang penuh diliputi rasa kecewa dan putus asa, Diang Iangsung lalu memohon kepada yang Maha Kuasa agar anaknya mendapat balasan yang setimpal dengan kedurhakaan terhadap dirinya. Seketika itu juga datanglah badai dan topan menghempaskan kapal Raden Penganten hingga pecah menjadi dua. Tentu saja seluruh isi kapal itu termasuk anaknya yang durhaka tenggelam dan binasa. Adapun bekas pecahan kapal itu kemudian berubah menjadi gunung batu yang kemudian dinamakan Gunung Batu Benawa.

Lok Laga Yang Terlupakan

Lok Laga yang terletak di Desa Sungai Harang, Kecamatan Haruyan.Memasuki area tempat wisata, derasnya suara aliran air yang beradu di sungai, terdengar dengan jelas.


Suasananya tenang, meski letaknya tak terlalu jauh dari jalan utama.Tak banyak juga kendaraan bermotor yang lewat di jalan tersebut.

Karena lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota, penduduk Haruyan jarang sekali rekreasi ke Banjarmasin. Tapi itu tidak masalah, karena kecamatan ini memiliki objek wisata menarik di Haruyan, yaitu Lok Laga.


Mungkin sebagian orang masih asing mendengar kata Lok Laga, tetapi tidak dengan masyarakat Haruyan. Lok Laga adalah tempat wisata alam andalan kecamatan ini.

                                       Channel You Tube Arpi Doank14

Datang ke Lok Laga, Kalian disajuan  aliran air sungai yang masih bersih. Airnya begitu dingin, Segar dan deras mengalir, kontras dengan cuaca Kalsel yang cenderung panas. Air ini ternyata berasal dari Hulu Sungai Tengah, yang menjadi nama kabupaten.



Tidak seperti sungai lain di Kalsel yang ramai dikunjungi wisatawan, Lok Laga begitu sepi, 

Jangan ragu-ragu untuk menguji dan mencoba dinginnya air, silahkan rendam kaki kalin dan bermain air, dan nyeburlah  sepuasnya. Nikmati suasana tenang Lok Laga sambil duduk-duduk di atas bebatuan besar yang berada di tengah aliran sungai.

disni kalian masih bisa menemukan Tupai, capung, kupu-kupu beraneka warna, dan bahkan monyet ekor panjangpun sekekali menampakkan batang hdungnya


Tarik napas Anda dalam-dalam, biarkan oksigen bersih dari pepohonan sekitar memasuki paru-paru. Rasanya hembusan angin yang membelai lembut pipi Anda. Inilah salah satu surga tersembunyi di Bumi Kalimantan.







Bukit Lebak Naga

Bukit Lebak Naga  Terletak di Kabupaten Tanah Laut, Bukit ini menawarkan panorama alam yang mengagumkan. Berselimut padang rumput yang cukup tebal, kamu bisa menyusuri bukit yang asri ini sambil menikmati permandangan dan berfoto-foto.


Walaupun Tidak terlalu tinggi, Bukit Lebak Naga menawarkan spot foto dengan lanskap pemandangan yang luas. Angin bukit yang berhembus bakal memberikan atmosfer damai tersendiri kala berada di atas puncak.

                                View Bersebelahan Dengan Bukit Birah-Birah

Ada Cerita masyarakat yang sangat unik tentang bukit ini. asal kata Naga ternyata berasal dari kendaraan yang ditumpangi orang jaman dulu yang mirip naga untuk menaikki bukit ini. Jadi, dari situ, warga sekitar menamakan bukit ini dengan Lebak Naga.

Kalau Kalian Trecking ke Bukit Lebak Naga, kalian meski memiliki stamina yang cukup. Karena, buat mencapai puncak, kamu harus melintasi tebing yang curam dan jalanan berbatu.


Tapi santai kawan-kawan, kalau kamu yang punya phobia akan ketinggian, ada beberapa tour guide yang siap membantu kamu dengan tarif yang cukup terjangkau. Buat main ke sini pun, kamu cukup merogoh kocek Rp10 ribu untuk tiket masuknya.


Oh iya sedikit info nih, bukit lebak naga bersebelahan dengan bukit birah. nah kalau kalian mau ke bukit birah kalian langsung naik terus aja tersambung langsung dengan bukit birah, kebalikannya juga kalau kalain mau trecking dari bukit birah ke bukit lebak naga juga bisa loh, siapkan tenaga aja dan bekal air minum.

Tapi ingat jaga selalu kelestarianya ya. Jangan meninggalkan sesuatu selain jejak, jangan mengambil sesuatu selain foto dan jangan membunuh sesuatu selain waktu. Salam Lestari


Air Terjun Putri, Mandiangin Tahura Sultan Adam

  “Air terjun di  Tahura Sultan Adam  Mandiangin memiliki 3 tempat, yakni air terjun Mandin Putri. Air terjun ini mempunyai ketinggian sekit...