Bukit Lebak NagaTerletak di Kabupaten Tanah Laut, Bukit ini menawarkan panorama alam yang mengagumkan. Berselimut padang rumput yang cukup tebal, kamu bisa menyusuri bukit yang asri ini sambil menikmati permandangan dan berfoto-foto.
Walaupun Tidak terlalu tinggi, Bukit Lebak Naga menawarkan spot foto dengan lanskap pemandangan yang luas. Angin bukit yang berhembus bakal memberikan atmosfer damai tersendiri kala berada di atas puncak.
View Bersebelahan Dengan Bukit Birah-Birah
Ada Cerita masyarakat yang sangat unik tentang bukit ini. asal kata Naga ternyata berasal dari kendaraan yang ditumpangi orang jaman dulu yang mirip naga untuk menaikki bukit ini. Jadi, dari situ, warga sekitar menamakan bukit ini dengan Lebak Naga.
Kalau Kalian Trecking ke Bukit Lebak Naga, kalian meski memiliki stamina yang cukup. Karena, buat mencapai puncak, kamu harus melintasi tebing yang curam dan jalanan berbatu.
Tapi santai kawan-kawan, kalau kamu yang punya phobia akan ketinggian, ada beberapa tour guide yang siap membantu kamu dengan tarif yang cukup terjangkau. Buat main ke sini pun, kamu cukup merogoh kocek Rp10 ribu untuk tiket masuknya.
Oh iya sedikit info nih, bukit lebak naga bersebelahan dengan bukit birah. nah kalau kalian mau ke bukit birah kalian langsung naik terus aja tersambung langsung dengan bukit birah, kebalikannya juga kalau kalain mau trecking dari bukit birah ke bukit lebak naga juga bisa loh, siapkan tenaga aja dan bekal air minum.
Tapi ingat jaga selalu kelestarianya ya. Jangan meninggalkan sesuatu selain jejak, jangan mengambil sesuatu selain foto dan jangan membunuh sesuatu selain waktu. Salam Lestari
Bukit Telang Berada di Desa Martadah, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah laut, Kota Pelaihari, bukit ini menawarkan pesona keindahan berupa panorama perbukitan yang dihiasi oleh hamparan rumput hijau di sekelilingnya.
Bukit ini mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan yang berasal dari dalam Kota Pelaihari maupun di luar kota . Karena hadirnya berbagai foto wisatawan dengan latar belakang bukit keren ini yang beredar di sosial media, menjadikan bukit yang dulunya sepi ini menjadi ramai dikunjungi oleh wisatawan yang penasaran ingin melihat langsung keindahan Bukit Telang.
Jarak tempuh dari Banjarmasin ke Pelaihari adalah sekitar 65 km. Untuk mencapai bukit ini pengunjung dapat memulai perjalanannya dari Kota Banjarmasin menggunakan kendaraan bermotor . Waktu tempuhnya sekitar 2,5 jam lamanya. Selanjutnya arahkan kendaraan Anda ke Kota Pelaihari. Tak jauh dari gerbang selamat datang di Kota Pelaihari, selanjutnya Anda akan melewati tempat wisata yang bernama Gunung Kayangan, lalu arahkan kendaraan Anda belok kiri menuju area perkebunan sawit untuk menuju ke kawasan Bukit Telang.
Kondisi jalan menuju pondok terakhir di area perbukitan cukup rusak dengan beberapa titiknya yang berlubang dan bertanah licin apalagi di musim penghujan. Kurang lebih 1 jam lamanya, Anda akan sampai di sebuah pondokan yang berada di kaki bukit. Pemiliknya bernama Bapak Musa, yang sekaligus bertugas menjaga lingkungan di sekitar area perbukitan. Pengunjung dapat memarkirkan kendaraannya di sekitar area perbukitan tersebut dengan biaya parkir sekitar 5.000-10.000 rupiah.
Untuk mencapai titik tertinggi dari bukit ini, pengunjung harus trekking sekitar 30-60 menit lamanya (tergantung dengan kondisi fisik pengunjung) melewati jalur setapak yang cukup menanjak dan menguras tenaga. Sepanjang jalur pendakian, pemandangan berupa hamparan rumput hijau akan menemani para pengunjung. Setelah kurang lebih 30 menit lamanya mendaki, pengunjung akan sampai di titik tertinggi bukit ini. Dari atas sini, pengunjung dapat menikmati panorama lanskap 360 derajat di sekeliling bukitnya.
Pulau Sirang adalah satu di antara tempat wisata yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan, lebih tepatnya pulau ini terletak di Riam Kanan, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar.
View Pohon Di tengah tengah pulau sirang
Menuju Riam Kanan dapat ditempuh sekitar 60 menit dari Bandar Udara Syamsudinnor Banjarmasin menggunakan jalur darat.
Dari Riam Kanan, transportasi selanjutnya harus menggunakan kelotok (Perahu Bermesin) untuk menuju Pulau Sirang. Estimasi waktu yang ditempuh sekitar 30 menit hingga 60 menit. Sepanjang perjalanan mata kita dimanjakan dengan permandangan pulau-pulau kecil yang sangat menawan
View Perjalan Naik Klotok
Di dermaga Riam Kanan sudah tersedia kelotok yang siap membawa pengunjung menuju Pulau Sirang.
Pulau Sirang ini cukup luas, pada bagian tengah pulau terdapat beberapa pohon besar dan tinggi.
Bukit-Bukit yang mengelilingi pulau sirang
Di Pulau Sirang pengunjung bisa melihat keindahan bukit-bukit tinggi dan waduk riam kanan dengan segala kearifan lokalnya.
Pulau Sirang juga sering dijadikan tempat berkegiatan luar ruangan seperti kemah atau kumpul bersama berbagai pihak.
Pulau ini cocok untuk bersantai pada musim kemarau, karena saat musim hujan Sirang akan tenggelam karena debit air waduk yang meningkat.
Danau Tambak Padi berada di Desa Tambak Padi, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Jaraknya cukup dekat dari ibu kota Kalimantan Selatan, Banjarmasin, kira-kira 28 km dengan waktu tempuh 45 menit hingga 1 jam perjalanan darat. Akses jalan menuju ke lokasi sudah cukup bagus, lebar dan teraspal dengan mulus, hanya sekitar 10 km jelang sampai Danau Biru Tambak Padi jalanan masih bergelombang dan belum teraspal. Di sepanjang perjalanan kamu akan disuguhi pemandangan alam khas Kalimantan Selatan, berupa hutan belantara dan areal persawahan yang hijau.
View Pasir Putihnya mantap...
Danau ini sangat unik karena memiliki air yang berwarna biru. Di bagian tepi danau yang tidak terlalu dalam, airnya berwarna biru muda dan berwarna biru tua di bagian tengah atau yang paling dalam. Air danau yang berwarna biru disebabkan oleh adanya pantulan sinar matahari, dan terlihat sangat jernih karena bagian dasar danau berupa pasir putih layaknya sebuah pantai. Di bagian tepi danau kedalamannya hanya sekitar 1 meter, dan yang paling dalam kira-kira 4 meter yang berada di bagian tengah.
View Dari Atas
Sementara itu, di sekeliling Danau Tambak Padi terdapat hutan belantara, yang membuatnya semakin mempesona. Adanya hutan di sekitar Danau Tambak Padi juga bisa membuat para pengunjung betah untuk berlama-lama di sana, mereka bisa memanfaatkan lebatnya hutan sebagai tempat berteduh dari teriknya sinar matahari.
Jernih Bro...Keren Banget
Danau Biru Tambak Padi tidak tercipta secara alami atau karena proses alam, melainkan bekas areal penambangan pasir yang sudah ditinggalkan tanpa adanya upaya rehabilitasi lahan. Kubangan bekas galian tambang itu kemudian terisi oleh air hujan, hingga akhirnya terbentuk seperti danau.
Tapi Ingat ya teman-teman jangan berenang di tempat ini, berbahaya dan kalau kesini jangan lupa sampahnya jangan di buang di sembarang tempat. selamat jalan-jalan dan selamat menikmati
Danau sari Embun tak kalah indahnya dengan danau ranu kumbolo, danau ini terletak di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Indonesia).
Jalan menuju Danau Sari Embun di Desa Imban, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan menyisakan kisah-kisah yang begitu mengesankan. Perjalanan jauh yang ditempuh kurang lebih 1 jam mulai Kota Banjarbaru terbayar dengan pemandangan alam yang sangat indah, airnya tenang dan suara alam yang mendamaikan.
View Danau Sari Embun
Namun akan sedikit menguji kesabaran dengan akses jalannya yang begitu rumit dan berbatu. Saat menuju Desa Imban, kita disambut dengan jalan yang beraspal mulus kemudian berbatu serta tak lama kemudian ada beberapa jembatan yang mengalir di bawahnya sungai yang sangat jernih airnya.
Foto Tugu Desa Imban
Semua itu terbayar dengan pemandangan alam yang luar biasa, danau pegunungan dan air yang sangat jernih sekali membuat perasaan was-was menjadi hilang. Rasa penat menjadi sirna hingga suara alam dan burung berkicau di sekitar danau semakin menambah suasana makin damai.
Danau ini pantas diperkenalkan ke seluruh indonesia karena memiliki keindahan alam yang sangat menawan, penduduk yang ramah dan sangat cocok untuk bersantai-santai walau hanya sekedar menghilangkan penat di pinggiran danau. banyak orang bilang danau ini mirip dengan Danau Ranu Kumbolo .
Kapan kalian kesini, tapi ingat jaga selalu kebersihanya ya biar selalu asri, dan nyaman.
Bukit Langara, Bukit yang mulai ramai dikunjungi sekitar dua tahun belakangan ini, berada di Desa Lumpangi Kecamatan Loksado dan berjarak sekitar 10 km dari Kota Kandangan (ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan).
View Sungai Amandit Dari Ketinggian
Waktu trekking yang dibutuhkan untuk sampai ke puncak bukit batu ini adalah sekitar 30-60 menit, tergantung dengan kondisi fisik masing-masing setiap pengunjung. Sebelumnya, pengunjung akan terlebih dahulu menyusuri perkebunan jati milih warga setempat. Jalan setapak bertanah merah di kebun ini memiliki kemiringan yang cukup curam dan licin. Kondisi jalan tanah ini akan lebih licin lagi di saat musim penghujan. Tak lama setelah menyusuri jalur tanah merah yang licin tersebut, trek selanjutnya adalah bebatuan karst yang tajam dan terjal. Beberapa titik jalur pun mengharuskan kita untuk melipir bebatuan yang mana di sebelahnya adalah sisi jurang yang terjal dan dalam.
Jalur Trekking
Setengah Perjalanan
Di sini pengunjung harus berekstra hati-hati dalam memilih pijakan, karena apabila lengah sedikit saja dapat berakibat fatal nantinya. Oleh karena itu, disarankan bagi pengunjung untuk menggunakan alas kaki yang sesuai dikarenakan trek tanahnya yang licin dan bebatuannya yang cukup tajam.
View Bukit Ketawang
Setelah mendaki cukup lelah, di sisi kanan Anda akan langsung disambut pemandangan gagahnya Bukit Ketawang dibalut pepohonan rimbun. Di bawahnya juga nampak aliran Sungai Amandit yang terlihat elok membelah perbukitan. Perpaduan cantik antara sungai dan perbukitan yang sungguh mengagumkan dan menyejukan mata. Sangat sebanding dengan upaya yang dilakukan untuk menggapai puncak bukitnya.
View Hutan & Pegunungan meratus
Dari kejauhan pun nampak terlihat Pegunungan Meratus sepanjang ±600 km² yang membentang dengan indahnya. Dihiasi pepohonan hijau yang rimbun nan asri, semakin menjadikan panorama 360 derajat dari puncak Bukit Langara ini sempurna. Dengan pesonanya yang indah, bukit ini juga merupakan spot favorit untuk menyaksikan keindahan sunrise dan sunset dari ketinggian.
Akses Menuju Lokasi
Cukup jauh sebelum sampai di Loksado, terdapat sebuah persimpangan yang apabila lurus mengarah ke Loksado dan apabila ke kanan akan mengarah ke Kecamatan Batulicin. Selanjutnya arahkan kendaraan Anda ke arah Batulicin. Tak lama kemudian, tak jauh dari tikungan ada sebuah penunjuk yang menandakan bahwasanya kita sudah tak jauh lagi dari basecamp Bukit Langara. Anda dapat memarkirkan kendaraan di dekat area Makam Habib Lumpangi.
Harga Tiket Masuk (HTM)
Pengunjung akan dipungut biaya parkir kendaraan bermotor sebesar 5.000 rupiah untuk motor, sedangkan 10.000 rupiah untuk mobil pribadi.
Fasilitas
Terdapat beberapa warung di sekitar lokasi bukit, namun sebaiknya para pengunjung membawa bekal makanan ringan terutama minuman sebelumnya. Diingatkan juga kepada para pengunjung untuk tidak membuang sampah di sekitar lokasi wisata. Dilarang juga untuk meninggalkan apapun selain jejak dan mengambil apapun selain
Bukit Sapu Angin berada di desa Panyipatan, Kecamatan Panyipatan, Tanah laut, Kalimantan Selatan 70871. Bukit ini terbilang masih baru dan masih asri.bukit ini terbilang bukit sabana atau padang rumput.
Puncak bukit ini bukan puncak paling tinggi di perbukitan tanah laut tetepi memiliki view yang bagus,dari bukit ini kalian bisa melihat kota Pelaihari,pantai Batakan,dan perkebunan kelapa sawit tetapi di bukit ini sangat banyak kotoran sapi karena banyak nya sapi yang di lepas di bukit ini untuk memakan rumput.di puncak bukit ini terbilang luas untuk menampung banyak tenda,jadi sangat cocok untuk membuat acara yang berskala besar di puncak nya.
Puncak Bukit Sapu Angin
Bukit ini terbilang bersih dari sampah non organic.jalur tracking bukit ini termasuk salah satu bukit dengan jalur tracking terpanjang di kalimantan selatan, Perjalanan kita mulai dari kota banjarmasin perjalanan dari banjarmasin menuju kota pelaihari memerlukan waktu sekitar 1,5-2 jam menggunakan sepeda motor atau dengan mobil.dari Pelaihari menuju desa Panyipatan memerlikan waktu sekitar 45 menit sampai kantor kecamatan Panyipatan.
Sebelum Puncak
Dari desa panyipatan menuju kaki bukit sekitar 10-15 menit setelah kantor kecamatan ada belokan ke kiri di sana ada musholla masuk ke situ lalu ikuti jalur yang tidak ber aspal kita akan melewati kebun pohon sawit,karet,dan ladang milik warga.
Tahura Sultan Adam, Mandiangin merupakan wilayah hutan di perbukitan. Udaranya juga sejuk dan berangin. Di puncaknya, pengunjung dapat menikmati pemandangan perbukitan dan telaga yang berada di dekat Tahura Sultan Adam. Saat memasukinya, pengunjung bakal disuguhi jejeran pepohonan rindang dan lebat.
Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Mandiangin memiliki banyak spot-spot untuk dijelajahi, dari Air Terjun yang mempunyai treking yang menantang, Kolam Belanda, Benteng Belanda, Bukit Tirai Hujan Hingga Pemandangan yang wajib dinikmati ketika menuju puncak Tahura.
Foto : Puncak Tahura
Foto : Air Terjun Putri
Lokasi Tahura Sultan Adam
Area hutan dan perbukitan Tahura Sultan Adam terletak di Jalan Ir Pangeran Mohammad Noor, Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Foto : Benteng Belanda
Rute Menuju Tahura Sultan Adam
Dari kota Banjarmasin menuju Tahura Mandiangin dapat ditempuh sekitar -+2 jam perjalanan, setelah melewati gerbang masuk Tahura, pengunjung akan disambut jalan beraspal yang agak rusak namun tak panjang, selanjutnya aspalnya lumayan mulus. Di tepi jalannya, sesekali ada rumah-rumah warga desa setempat.
Objek wisata pertama di Tahura setelah pos retribusi adalah kolam pemandian Belanda yang mana disekitarnya ada beberapa warung yang menjual aneka makanan dan minuman sekaligus bisa dijadikan tempat parkir. Pengunjung bisa singgah sejenak untuk belanja atau main air di Kolam Belanda tersebut.
Foto : Kolam Belanda
Kemudian terus naik lagi mengikuti jalan beraspal sekitar 15-20 menit, hingga menjumpai sebuah warung di sebelah kanan jalan yang mana juga menyediakan jasa parkir. Di sana akan terlihat papan petunjuk menuju puncak.
Jam Buka Tahura Sultan Adam
Untuk melayani kebutuhan para pengunjung, tahura Sultan Adam buka selama 24 jam. Hal ini karena selain kunjungan wisata di siang hari, di lokasi ini juga da area perkemahan, yang tentu berkegiatan selama 24 jam.
Pantai Takisungadalahpantaiyang terletak di DesaTakisung,Kecamatan Takisung, KabupatenTanah Laut, ProvinsiKalimantan Selatan.Pantai Takisung terletak sekitar 22 kilometer dari KotaPelaihari(Ibu kota Tanah Laut) dan sekitar 87 kilometer dariKota Banjarmasin.WisataPantai Takisung merupakan salah satu lokasi wisata andalan bagi Kabupaten Tanah Laut. Pantai Takisung memiliki sarana dan prasarana antara lain: jalan yang beraspal menuju objek wisata, wc umum, kamar mandi, areal parkir, pasar ada pedagang ikan dan buah-buahan, pedagang makanan, minuman dan pedagangcendera mata, panggung, halte, pos polisi, shalter (tempat berteduh), restoran dan tempat bermain
Luas areal wisata pantai Takisung sekitar 0,65 ha dengan batas panjang 85 meter dan lebar 80 meter mulai dari tepi pantai. Kawasan wisata pantai Takisung termasuk tipologi pantai berpasir.
Pantai Takisung sangat populer dan sangat ramai di kunjungi masyarakat Kalimantan Selatan, terutama warga Tanah Laut, Banjarmasin, Banjarbaru dan sekitarnya. Keberadaan Pantai Takisung merupakan destinasi wisata yang pada momen-momen tertentu seperti tahun baru, pasca lebaran dan liburan sekolah sering kali menjadi tujuan berwisata. Pantai Takisung merupakan objek wisata pantai yang mempesona dengan pemandangan pantai dengan aktivitas jual beli ikan segar maupun ikan kering langsung dari nelayan. Meskipun Pantai Takisung merupakan Laut Jawa, namun ombaknya tidak besar seperti halnya pantai selatan pulau Jawa. Sehingga aman untuk wisata maupun menjadi pemukiman. Sebagai objek wisata, Pantai Takisung bisa digolongkan objek wisata pantai yang mempesona dengan pemandangan pantai yang dikelilingi oleh pohon-pohon kelapa dengan pasirnya yang coklat seperti air lautnya (untuk identifikasi airnya, yaitu dari hasil observasi didapatkan pH airnya 9 yang tergolong basa dengan suhu 250 °C dan kecepatan aliran airnya sebesar 1927 rpm, sedangkan tingkat kecerahan airnya sebesar 32 cm), ditemani banyak pasar-pasar yang menjual jajanan khas pantai, mulai dari ikan asin, hiasan kerang, udang, ikan, sampai terumbu karang langsung dari nelayan. Ditambah lagi Pemerintah Kabupaten Tanah Laut yang terus memoles objek wisata ini melalui pembangunan sejumlah fasilitas umum yang tak dimiliki objek wisata pantai lainnya. Diantaranya, selter, panggung permanen, rumah.
Channel You Tube Arpi Doank14
Pantai Takisung memiliki ombak yang kecil yang ramah bagi pengunjung. Hal lainnya yang menarik yaitu dengan menyaksikan aktivitas warga baik itu industri rumahan berupa olahan-olahan khas Tanah Laut maupun aktivitas warga yang berprofesi sebagai nelayan.Pantai Takisung memiliki keunggulan tersendiri dalam hal keindahan alamnya yaitu pantainya yang landai dengan pasir putihnya dan air laut yang biru. Pantai yang landai ini memungkinkan pengunjung bisa sampai ke tepi pantai untuk bermain pasir, binatang laut dan air laut ataupun berenang. Pengunjung juga bisa menikmati senja di pantai, melihat keindahan matahari tenggelam (sunset) karena secara geografis wilayah ini menghadap Barat.Saat-saat matahari tenggelam merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh pengunjung karena di pantailah kita bisa melihat seolah-olah matahari tenggelam ditelan oleh luasnya laut.
Tidak jauh dari pantai Takisung terdapat sebuah batu besar di tengah laut yang sering disebut "''batu bejanggut'' . Disebut "batu bejanggut" oleh penduduk setempat karena batu tersebut dipenuhi oleh lumut dan licin sehingga kalau dilihat seperti batu yang berjanggut dan dalam bahasa daerah setempat disebut "batu bejanggut". Untuk menuju ke "batu bejanggut" tersebut pengunjung bisa memanfaatkan jasa perahu yang disediakan oleh penduduk Iokal.
Fasilitas dan Permainan Objek Wisata Pantai Takisung
Pengelolaan objek wisata Pantai Takisung selain mendapatkan perhatian oleh Pemerintah, masyarakat juga ikut berpartisipasi dalam mengelola objek wisata Pantai Takisung, dengan menyediakan berbagai macam fasilitas untuk di sewakan kepada wisatawan yang berkunjung ke pantai. Beberapa jenis fasilitas yang tersedia antara lain:
Bukit Atau juga dikenal dengan nama gunung batu ini memiliki pemandangan woow banget, di mana ilalang dan rumput akan menguning saat musim panas dan menghijau saat musim hujan.
Kalau kalian mebayangkan, pernah liat di televisi ataupun medsos padang savana di Afrika, coba deh jalan-jalan ke sini Bukit Batu Riam Kanan di kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan Indonesia permandanganya dijamin mirip dengan "Padang Savana" di Afrika
Kawan-kawan perlu tau nih, kenapa dinamakan bukit batu?? dinamai bukit batu, karena disana kita akan menemukan batu-batu kecil yang banyak bersembunyi di antara ilalang.
Go To Puncak Bukit Batu
Waktu terbaik mengunjungi bukit ini ketika fajar dan sore hari menjelang malam, karena saat itu kawan-kawan akan melihat semburat cahaya kekuningan yang membuat pemandangan sabana yang luas dengan bukit-bukit yang menguning terlihat mengeluarkan warna yang begitu megah
View di sore hari.....
Ditambah lagi dengan kecantikan dari Gunung Tiwingan yang akan menjadikan panoramanya seperi lukisan, cantik sekali.
Mantap Khan....
Kalau kalian penasaran dengan destinasi ini, Kalian langsung aja menuju ke lokasi dengan datang ke Desa Sungai Luar, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.Perjalanannya sekitar 45 menit dari Banjarbaru. Lanjutkan menuju dermaga riam anan sekitar 30 menit Kemudian untuk ke Bukit Batu perlu memanfaatkan perahu bermotor (kalau di kalimantan disebut dengan kelotok) .
Nah kawan-kawan, kapan kalian kesini jangan lupa ajak yang lainya. Oh iya biaya sewa kelotok/perahu sekitaran 400rb s/d 500rb muat 15 orang. harga tergantung kita ngecamp atau tidaknya. tentang harga sewa itu sudah resmi dari pengelola jadi jangan takut dimahalin hehehehe....