Pagat Batu Benawa, Legenda Raden Penganten Barabai

Objek wisata Pagat Batu Benawa terdiri atas bukit, sungai, dan gua yang dapat dijelajahi oleh wisatawan. Selain itu, terdapat mata air yang jernih di dalam gua yang berada di kaki Bukit Batu Bini. Setelah memasuki pintu masuk, kita dapat menemukan sebuah dinding yang menceritakan sejarah terjadinya Pagat Batu Banawa ini. 


Sungainya yang bearus sedang merupakan salah satu daya tarik objek wisata ini, sungainya yang lebar dan tidak terlalu deras membuatnya cukup aman untuk mandi apabila air sungai dalam kondisi yang normal. bahkan ada yang menyewakan pelampung bebek untuk anak-anak yang ingin mandi di sini. Untuk menyebrangi sungai ini ada dua alternatif, yaitu lewat jembatan gantung yang telah dibangun atau melalui rakit bambu yang disusun sampai ke seberang, kedua jalur ini memepunyai sensasi yang berbeda namun sama-sama harus membayar uang untuk bisa menyeberang. Untuk menaiki bukit sudah dibangun tangga dari semen dan kayu, di sinilah butuh fisik yang prima untuk menapakai puluhan anak tangga untuk dapat ke puncak, tangga yang terjal haruslah dilewati dengan hati-hati supaya tidak terjatuh. Namun sesampainya di puncak keletihan akan terbayar dengan pemandangan yang kita dapatkan, dari kesibukan di bawah, landscape yang menghijau serta pegunungan meratus. DI puncak sebenarnya sedah dibangun shelter untuk beristirahat namun karena kirangnya kesadaran tempat itu hanya tertinggal atapnya saja.

Konon pada zaman dahulu kala, di Desa Pagat, Kalimantan Selatan, hiduplah seorang janda tua bernama Diang Ingsung dengan seorang anaknya yang bernama Raden Penganten. Kehidupan mereka berdua diliputi dengan rasa kasih sayang, karena keluarga itu hanya terdiri dari dua orang sehingga tidak ada anggota keluarga lain tempat membagi kecintaannya. Kehidupan mereka sangat sederhana. Mereka hanya hidup dari alam sekitarnya, tanaman hanya terbatas pada halaman rumahnya, demikian pula perburuannya terbatas pada binatang-binatang yang ada di sekitar desa mereka. Karena itulah maka pada uatu hari Raden Penganten berminat untuk pergi merantau, mencari pengalaman dan kehidupan baru di negeri orang. Demikian keras kehendak Raden Penganten, sehingga walaupun ia dihalang-halangi dan dilarang ibunya, ia tetap juga pada kemauannya. Akhirnya, si ibu hanya tinggal berpesan kepada anak satu-satunya yang ia kasihi, agar anaknya membelikan sekadar oleh-oleh apabila anaknya kembali dari perantauan. Maka, berangkatlah Raden Penganten ke sebuah negeri yang jauh dari desanya. Di sana ia dapat memperoleh rezeki yang banyak, karena selalu jujur dalam setiap perbuatannya. Di sana ia dapat pula menabungkan uangnya hingga dapat membeli barang-barang yang berharga untuk dapat dibawa kembali kelak. Di perantauan, Raden Penganten dapat pula menikah dengan seorang putri dari negri tersebut yang cantik paras mukanya. Demikianlah maka Raden Penganten dapat tinggal di perantauannya, untuk beberapa tahun lamanya. Pada suatu ketika timbulah niat Raden Penganten untuk kembali ke negerinya dan menjumpai ibunya yang telah lama ia tinggalkan. Dibelinya sebuah kapal, lalu dipenuhi dengan barang-barang. Pada saat yang telah ditentukan, berangkatlah ia bersama istrinya menuju kampung halaman di mana ibunya tinggal. Berita kedatangannya itu terdengar pula oleh ibunya. Ibunya yang sekarang telah tua, dengan sangat tergesa-gesa datang ke pelabuhan untuk menjemput anaknya yang tercinta. Namun ketika sampai di pelabuhan, betapa kecewanya hati Diang Ingsung, jangankan mendapat oleh-oleh yang dipesannya dulu, mengakui dirinya sebagai ibu yang telah melahirkannya pun, Raden Penganten tidak mau. Rupanya, di depan istrinya yang cantik jelita, ia merasa malu mengakui Diang Ingsung yang telah tua renta dan berpenampilan sangat bersahaja itu sebagai ibunya. Betapa besar rasa kecewa dan sakit hati Diang Ingsung. Tapi ia masih berusaha menginsafkan anaknya yang durhaka itu, tapi Raden Penganten tetap membantah dan tetap tidak mau mengakui ibunya itu. Ia malahan membelokkan kapalnya mengarah ke tujuan lain meninggalkan pelabuhan dan Diang Ingsung yang hancur hatinya karena perbuatan anaknya yang durhaka. Dengan hati yang penuh diliputi rasa kecewa dan putus asa, Diang Iangsung lalu memohon kepada yang Maha Kuasa agar anaknya mendapat balasan yang setimpal dengan kedurhakaan terhadap dirinya. Seketika itu juga datanglah badai dan topan menghempaskan kapal Raden Penganten hingga pecah menjadi dua. Tentu saja seluruh isi kapal itu termasuk anaknya yang durhaka tenggelam dan binasa. Adapun bekas pecahan kapal itu kemudian berubah menjadi gunung batu yang kemudian dinamakan Gunung Batu Benawa.

Lok Laga Yang Terlupakan

Lok Laga yang terletak di Desa Sungai Harang, Kecamatan Haruyan.Memasuki area tempat wisata, derasnya suara aliran air yang beradu di sungai, terdengar dengan jelas.


Suasananya tenang, meski letaknya tak terlalu jauh dari jalan utama.Tak banyak juga kendaraan bermotor yang lewat di jalan tersebut.

Karena lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota, penduduk Haruyan jarang sekali rekreasi ke Banjarmasin. Tapi itu tidak masalah, karena kecamatan ini memiliki objek wisata menarik di Haruyan, yaitu Lok Laga.


Mungkin sebagian orang masih asing mendengar kata Lok Laga, tetapi tidak dengan masyarakat Haruyan. Lok Laga adalah tempat wisata alam andalan kecamatan ini.

                                       Channel You Tube Arpi Doank14

Datang ke Lok Laga, Kalian disajuan  aliran air sungai yang masih bersih. Airnya begitu dingin, Segar dan deras mengalir, kontras dengan cuaca Kalsel yang cenderung panas. Air ini ternyata berasal dari Hulu Sungai Tengah, yang menjadi nama kabupaten.



Tidak seperti sungai lain di Kalsel yang ramai dikunjungi wisatawan, Lok Laga begitu sepi, 

Jangan ragu-ragu untuk menguji dan mencoba dinginnya air, silahkan rendam kaki kalin dan bermain air, dan nyeburlah  sepuasnya. Nikmati suasana tenang Lok Laga sambil duduk-duduk di atas bebatuan besar yang berada di tengah aliran sungai.

disni kalian masih bisa menemukan Tupai, capung, kupu-kupu beraneka warna, dan bahkan monyet ekor panjangpun sekekali menampakkan batang hdungnya


Tarik napas Anda dalam-dalam, biarkan oksigen bersih dari pepohonan sekitar memasuki paru-paru. Rasanya hembusan angin yang membelai lembut pipi Anda. Inilah salah satu surga tersembunyi di Bumi Kalimantan.







Air Terjun Putri, Mandiangin Tahura Sultan Adam

  “Air terjun di  Tahura Sultan Adam  Mandiangin memiliki 3 tempat, yakni air terjun Mandin Putri. Air terjun ini mempunyai ketinggian sekit...