Pagat Batu Benawa, Legenda Raden Penganten Barabai

Objek wisata Pagat Batu Benawa terdiri atas bukit, sungai, dan gua yang dapat dijelajahi oleh wisatawan. Selain itu, terdapat mata air yang jernih di dalam gua yang berada di kaki Bukit Batu Bini. Setelah memasuki pintu masuk, kita dapat menemukan sebuah dinding yang menceritakan sejarah terjadinya Pagat Batu Banawa ini. 


Sungainya yang bearus sedang merupakan salah satu daya tarik objek wisata ini, sungainya yang lebar dan tidak terlalu deras membuatnya cukup aman untuk mandi apabila air sungai dalam kondisi yang normal. bahkan ada yang menyewakan pelampung bebek untuk anak-anak yang ingin mandi di sini. Untuk menyebrangi sungai ini ada dua alternatif, yaitu lewat jembatan gantung yang telah dibangun atau melalui rakit bambu yang disusun sampai ke seberang, kedua jalur ini memepunyai sensasi yang berbeda namun sama-sama harus membayar uang untuk bisa menyeberang. Untuk menaiki bukit sudah dibangun tangga dari semen dan kayu, di sinilah butuh fisik yang prima untuk menapakai puluhan anak tangga untuk dapat ke puncak, tangga yang terjal haruslah dilewati dengan hati-hati supaya tidak terjatuh. Namun sesampainya di puncak keletihan akan terbayar dengan pemandangan yang kita dapatkan, dari kesibukan di bawah, landscape yang menghijau serta pegunungan meratus. DI puncak sebenarnya sedah dibangun shelter untuk beristirahat namun karena kirangnya kesadaran tempat itu hanya tertinggal atapnya saja.

Konon pada zaman dahulu kala, di Desa Pagat, Kalimantan Selatan, hiduplah seorang janda tua bernama Diang Ingsung dengan seorang anaknya yang bernama Raden Penganten. Kehidupan mereka berdua diliputi dengan rasa kasih sayang, karena keluarga itu hanya terdiri dari dua orang sehingga tidak ada anggota keluarga lain tempat membagi kecintaannya. Kehidupan mereka sangat sederhana. Mereka hanya hidup dari alam sekitarnya, tanaman hanya terbatas pada halaman rumahnya, demikian pula perburuannya terbatas pada binatang-binatang yang ada di sekitar desa mereka. Karena itulah maka pada uatu hari Raden Penganten berminat untuk pergi merantau, mencari pengalaman dan kehidupan baru di negeri orang. Demikian keras kehendak Raden Penganten, sehingga walaupun ia dihalang-halangi dan dilarang ibunya, ia tetap juga pada kemauannya. Akhirnya, si ibu hanya tinggal berpesan kepada anak satu-satunya yang ia kasihi, agar anaknya membelikan sekadar oleh-oleh apabila anaknya kembali dari perantauan. Maka, berangkatlah Raden Penganten ke sebuah negeri yang jauh dari desanya. Di sana ia dapat memperoleh rezeki yang banyak, karena selalu jujur dalam setiap perbuatannya. Di sana ia dapat pula menabungkan uangnya hingga dapat membeli barang-barang yang berharga untuk dapat dibawa kembali kelak. Di perantauan, Raden Penganten dapat pula menikah dengan seorang putri dari negri tersebut yang cantik paras mukanya. Demikianlah maka Raden Penganten dapat tinggal di perantauannya, untuk beberapa tahun lamanya. Pada suatu ketika timbulah niat Raden Penganten untuk kembali ke negerinya dan menjumpai ibunya yang telah lama ia tinggalkan. Dibelinya sebuah kapal, lalu dipenuhi dengan barang-barang. Pada saat yang telah ditentukan, berangkatlah ia bersama istrinya menuju kampung halaman di mana ibunya tinggal. Berita kedatangannya itu terdengar pula oleh ibunya. Ibunya yang sekarang telah tua, dengan sangat tergesa-gesa datang ke pelabuhan untuk menjemput anaknya yang tercinta. Namun ketika sampai di pelabuhan, betapa kecewanya hati Diang Ingsung, jangankan mendapat oleh-oleh yang dipesannya dulu, mengakui dirinya sebagai ibu yang telah melahirkannya pun, Raden Penganten tidak mau. Rupanya, di depan istrinya yang cantik jelita, ia merasa malu mengakui Diang Ingsung yang telah tua renta dan berpenampilan sangat bersahaja itu sebagai ibunya. Betapa besar rasa kecewa dan sakit hati Diang Ingsung. Tapi ia masih berusaha menginsafkan anaknya yang durhaka itu, tapi Raden Penganten tetap membantah dan tetap tidak mau mengakui ibunya itu. Ia malahan membelokkan kapalnya mengarah ke tujuan lain meninggalkan pelabuhan dan Diang Ingsung yang hancur hatinya karena perbuatan anaknya yang durhaka. Dengan hati yang penuh diliputi rasa kecewa dan putus asa, Diang Iangsung lalu memohon kepada yang Maha Kuasa agar anaknya mendapat balasan yang setimpal dengan kedurhakaan terhadap dirinya. Seketika itu juga datanglah badai dan topan menghempaskan kapal Raden Penganten hingga pecah menjadi dua. Tentu saja seluruh isi kapal itu termasuk anaknya yang durhaka tenggelam dan binasa. Adapun bekas pecahan kapal itu kemudian berubah menjadi gunung batu yang kemudian dinamakan Gunung Batu Benawa.

Lok Laga Yang Terlupakan

Lok Laga yang terletak di Desa Sungai Harang, Kecamatan Haruyan.Memasuki area tempat wisata, derasnya suara aliran air yang beradu di sungai, terdengar dengan jelas.


Suasananya tenang, meski letaknya tak terlalu jauh dari jalan utama.Tak banyak juga kendaraan bermotor yang lewat di jalan tersebut.

Karena lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota, penduduk Haruyan jarang sekali rekreasi ke Banjarmasin. Tapi itu tidak masalah, karena kecamatan ini memiliki objek wisata menarik di Haruyan, yaitu Lok Laga.


Mungkin sebagian orang masih asing mendengar kata Lok Laga, tetapi tidak dengan masyarakat Haruyan. Lok Laga adalah tempat wisata alam andalan kecamatan ini.

                                       Channel You Tube Arpi Doank14

Datang ke Lok Laga, Kalian disajuan  aliran air sungai yang masih bersih. Airnya begitu dingin, Segar dan deras mengalir, kontras dengan cuaca Kalsel yang cenderung panas. Air ini ternyata berasal dari Hulu Sungai Tengah, yang menjadi nama kabupaten.



Tidak seperti sungai lain di Kalsel yang ramai dikunjungi wisatawan, Lok Laga begitu sepi, 

Jangan ragu-ragu untuk menguji dan mencoba dinginnya air, silahkan rendam kaki kalin dan bermain air, dan nyeburlah  sepuasnya. Nikmati suasana tenang Lok Laga sambil duduk-duduk di atas bebatuan besar yang berada di tengah aliran sungai.

disni kalian masih bisa menemukan Tupai, capung, kupu-kupu beraneka warna, dan bahkan monyet ekor panjangpun sekekali menampakkan batang hdungnya


Tarik napas Anda dalam-dalam, biarkan oksigen bersih dari pepohonan sekitar memasuki paru-paru. Rasanya hembusan angin yang membelai lembut pipi Anda. Inilah salah satu surga tersembunyi di Bumi Kalimantan.







Bukit Lebak Naga

Bukit Lebak Naga  Terletak di Kabupaten Tanah Laut, Bukit ini menawarkan panorama alam yang mengagumkan. Berselimut padang rumput yang cukup tebal, kamu bisa menyusuri bukit yang asri ini sambil menikmati permandangan dan berfoto-foto.


Walaupun Tidak terlalu tinggi, Bukit Lebak Naga menawarkan spot foto dengan lanskap pemandangan yang luas. Angin bukit yang berhembus bakal memberikan atmosfer damai tersendiri kala berada di atas puncak.

                                View Bersebelahan Dengan Bukit Birah-Birah

Ada Cerita masyarakat yang sangat unik tentang bukit ini. asal kata Naga ternyata berasal dari kendaraan yang ditumpangi orang jaman dulu yang mirip naga untuk menaikki bukit ini. Jadi, dari situ, warga sekitar menamakan bukit ini dengan Lebak Naga.

Kalau Kalian Trecking ke Bukit Lebak Naga, kalian meski memiliki stamina yang cukup. Karena, buat mencapai puncak, kamu harus melintasi tebing yang curam dan jalanan berbatu.


Tapi santai kawan-kawan, kalau kamu yang punya phobia akan ketinggian, ada beberapa tour guide yang siap membantu kamu dengan tarif yang cukup terjangkau. Buat main ke sini pun, kamu cukup merogoh kocek Rp10 ribu untuk tiket masuknya.


Oh iya sedikit info nih, bukit lebak naga bersebelahan dengan bukit birah. nah kalau kalian mau ke bukit birah kalian langsung naik terus aja tersambung langsung dengan bukit birah, kebalikannya juga kalau kalain mau trecking dari bukit birah ke bukit lebak naga juga bisa loh, siapkan tenaga aja dan bekal air minum.

Tapi ingat jaga selalu kelestarianya ya. Jangan meninggalkan sesuatu selain jejak, jangan mengambil sesuatu selain foto dan jangan membunuh sesuatu selain waktu. Salam Lestari


Bukit Lintang

Bukit Telang Berada di Desa Martadah, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah laut, Kota Pelaihari, bukit ini menawarkan pesona keindahan berupa panorama perbukitan yang dihiasi oleh hamparan rumput hijau di sekelilingnya.


Bukit ini mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan yang berasal dari dalam Kota Pelaihari maupun di luar kota . Karena hadirnya berbagai foto wisatawan dengan latar belakang bukit keren ini yang beredar di sosial media, menjadikan bukit yang dulunya sepi ini menjadi ramai dikunjungi oleh wisatawan yang penasaran ingin melihat langsung keindahan Bukit Telang.



Jarak tempuh dari Banjarmasin ke Pelaihari adalah sekitar 65 km. Untuk mencapai bukit ini pengunjung dapat memulai perjalanannya dari Kota Banjarmasin menggunakan kendaraan bermotor . Waktu tempuhnya sekitar 2,5 jam lamanya. Selanjutnya arahkan kendaraan Anda ke Kota Pelaihari. Tak jauh dari gerbang selamat datang di Kota Pelaihari, selanjutnya Anda akan melewati tempat wisata yang bernama Gunung Kayangan, lalu arahkan kendaraan Anda belok kiri menuju area perkebunan sawit untuk menuju ke kawasan Bukit Telang. 

Kondisi jalan menuju pondok terakhir di area perbukitan cukup rusak dengan beberapa titiknya yang berlubang dan bertanah licin apalagi di musim penghujan. Kurang lebih 1 jam lamanya, Anda akan sampai di sebuah pondokan yang berada di kaki bukit. Pemiliknya bernama Bapak Musa, yang sekaligus bertugas menjaga lingkungan di sekitar area perbukitan. Pengunjung dapat memarkirkan kendaraannya di sekitar area perbukitan tersebut dengan biaya parkir sekitar 5.000-10.000 rupiah.


Untuk mencapai titik tertinggi dari bukit ini, pengunjung harus trekking sekitar 30-60 menit lamanya (tergantung dengan kondisi fisik pengunjung) melewati jalur setapak yang cukup menanjak dan menguras tenaga. Sepanjang jalur pendakian, pemandangan berupa hamparan rumput hijau akan menemani para pengunjung. Setelah kurang lebih 30 menit lamanya mendaki, pengunjung akan sampai di titik tertinggi bukit ini. Dari atas sini, pengunjung dapat menikmati panorama lanskap 360 derajat di sekeliling bukitnya.











 

Pulau Sirang

Pulau Sirang adalah satu di antara tempat wisata yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan, lebih tepatnya pulau ini terletak di Riam KananKecamatan Aranio, Kabupaten Banjar.


                                 View Pohon Di tengah tengah pulau sirang


Menuju Riam Kanan dapat ditempuh sekitar 60 menit dari Bandar Udara Syamsudinnor Banjarmasin menggunakan jalur darat.

Dari Riam Kanan, transportasi selanjutnya harus menggunakan kelotok (Perahu Bermesin) untuk menuju Pulau Sirang. Estimasi waktu yang ditempuh sekitar 30 menit hingga 60 menit. Sepanjang perjalanan mata kita dimanjakan dengan permandangan pulau-pulau kecil yang sangat menawan


View Perjalan Naik Klotok

Di dermaga Riam Kanan sudah tersedia kelotok yang siap membawa pengunjung menuju Pulau Sirang.

Pulau Sirang ini cukup luas, pada bagian tengah pulau terdapat beberapa pohon besar dan tinggi.


                                         Bukit-Bukit yang mengelilingi pulau sirang

Di Pulau Sirang pengunjung bisa melihat keindahan bukit-bukit tinggi dan waduk riam kanan dengan segala kearifan lokalnya.

Pulau Sirang juga sering dijadikan tempat berkegiatan luar ruangan seperti kemah atau kumpul bersama berbagai pihak.

Pulau ini cocok untuk bersantai pada musim kemarau, karena saat musim hujan Sirang akan tenggelam karena debit air waduk yang meningkat.




                                            Nah ini penampakan pohon kembarnya



Danau Biru Tambak Padi

Danau Tambak Padi berada di Desa Tambak Padi, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Jaraknya cukup dekat dari ibu kota Kalimantan Selatan, Banjarmasin, kira-kira 28 km dengan waktu tempuh 45 menit hingga 1 jam perjalanan darat. Akses jalan menuju ke lokasi sudah cukup bagus, lebar dan teraspal dengan mulus, hanya sekitar 10 km jelang sampai Danau Biru Tambak Padi jalanan masih bergelombang dan belum teraspal. Di sepanjang perjalanan kamu akan disuguhi pemandangan alam khas Kalimantan Selatan, berupa hutan belantara dan areal persawahan yang hijau.

                                                       View Pasir Putihnya mantap...


Danau ini sangat unik karena memiliki air yang berwarna biru. Di bagian tepi danau yang tidak terlalu dalam, airnya berwarna biru muda dan berwarna biru tua di bagian tengah atau yang paling dalam. Air danau yang berwarna biru disebabkan oleh adanya pantulan sinar matahari, dan terlihat sangat jernih karena bagian dasar danau berupa pasir putih layaknya sebuah pantai. Di bagian tepi danau kedalamannya hanya sekitar 1 meter, dan yang paling dalam kira-kira 4 meter yang berada di bagian tengah.

View Dari Atas

Sementara itu, di sekeliling Danau Tambak Padi terdapat hutan belantara, yang membuatnya semakin mempesona. Adanya hutan di sekitar Danau Tambak Padi juga bisa membuat para pengunjung betah untuk berlama-lama di sana, mereka bisa memanfaatkan lebatnya hutan sebagai tempat berteduh dari teriknya sinar matahari.

                                                                Jernih Bro...Keren Banget

Danau Biru Tambak Padi tidak tercipta secara alami atau karena proses alam, melainkan bekas areal penambangan pasir yang sudah ditinggalkan tanpa adanya upaya rehabilitasi lahan. Kubangan bekas galian tambang itu kemudian terisi oleh air hujan, hingga akhirnya terbentuk seperti danau.

Tapi Ingat ya teman-teman jangan berenang di tempat ini, berbahaya dan kalau kesini jangan lupa sampahnya jangan di buang di sembarang tempat. selamat jalan-jalan dan selamat menikmati

Danau Sari Embun, Ranu Kumbolonya Kalimantan Selatan

Danau sari Embun tak kalah indahnya dengan danau ranu kumbolo, danau ini terletak di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Indonesia).

Jalan menuju Danau Sari Embun di Desa Imban, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan menyisakan kisah-kisah yang begitu mengesankan. Perjalanan jauh yang ditempuh kurang lebih 1 jam mulai Kota Banjarbaru terbayar dengan pemandangan alam yang sangat indah, airnya tenang dan suara alam yang mendamaikan.

                                                        View Danau Sari Embun

Namun akan sedikit menguji kesabaran dengan akses jalannya yang begitu rumit dan berbatu. Saat menuju Desa Imban, kita disambut dengan jalan yang beraspal mulus kemudian berbatu serta tak lama kemudian ada beberapa jembatan yang mengalir di bawahnya sungai yang sangat jernih airnya.

                                                        Foto Tugu Desa Imban

Semua itu terbayar dengan pemandangan alam yang luar biasa, danau pegunungan dan air yang sangat jernih sekali membuat perasaan was-was menjadi hilang. Rasa penat menjadi sirna hingga suara alam dan burung berkicau di sekitar danau semakin menambah suasana makin damai.


Danau ini pantas diperkenalkan ke seluruh indonesia karena memiliki keindahan alam yang sangat menawan, penduduk yang ramah dan sangat cocok untuk bersantai-santai walau hanya sekedar menghilangkan penat di pinggiran danau. banyak orang bilang danau ini mirip dengan Danau Ranu Kumbolo .

Kapan kalian kesini, tapi ingat jaga selalu kebersihanya ya biar selalu asri, dan nyaman.


Bukit Langara, Loksado Kalimantan Selatan

 

Bukit Langara, Bukit yang mulai ramai dikunjungi sekitar dua tahun belakangan ini, berada di Desa Lumpangi Kecamatan Loksado dan berjarak sekitar 10 km dari Kota Kandangan (ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan).


                             View Sungai Amandit Dari Ketinggian


Waktu trekking yang dibutuhkan untuk sampai ke puncak bukit batu ini adalah sekitar 30-60 menit, tergantung dengan kondisi fisik masing-masing setiap pengunjung. Sebelumnya, pengunjung akan terlebih dahulu menyusuri perkebunan jati milih warga setempat. Jalan setapak bertanah merah di kebun ini memiliki kemiringan yang cukup curam dan licin. Kondisi jalan tanah ini akan lebih licin lagi di saat musim penghujan. Tak lama setelah menyusuri jalur tanah merah yang licin tersebut, trek selanjutnya adalah bebatuan karst yang tajam dan terjal. Beberapa titik jalur pun mengharuskan kita untuk melipir bebatuan yang mana di sebelahnya adalah sisi jurang yang terjal dan dalam.


                                               Jalur Trekking


                                     Setengah Perjalanan

Di sini pengunjung harus berekstra hati-hati dalam memilih pijakan, karena apabila lengah sedikit saja dapat berakibat fatal nantinya. Oleh karena itu, disarankan bagi pengunjung untuk menggunakan alas kaki yang sesuai dikarenakan trek tanahnya yang licin dan bebatuannya yang cukup tajam.


View Bukit Ketawang

Setelah mendaki cukup lelah, di sisi kanan Anda akan langsung disambut pemandangan gagahnya Bukit Ketawang dibalut pepohonan rimbun. Di bawahnya juga nampak aliran Sungai Amandit yang terlihat elok membelah perbukitan. Perpaduan cantik antara sungai dan perbukitan yang sungguh mengagumkan dan menyejukan mata. Sangat sebanding dengan upaya yang dilakukan untuk menggapai puncak bukitnya.


                                        View Hutan & Pegunungan meratus

Dari kejauhan pun nampak terlihat Pegunungan Meratus sepanjang ±600 km² yang membentang dengan indahnya. Dihiasi pepohonan hijau yang rimbun nan asri, semakin menjadikan panorama 360 derajat dari puncak Bukit Langara ini sempurna. Dengan pesonanya yang indah, bukit ini juga merupakan spot favorit untuk menyaksikan keindahan sunrise dan sunset dari ketinggian.

Akses Menuju Lokasi
Cukup jauh sebelum sampai di Loksado, terdapat sebuah persimpangan yang apabila lurus mengarah ke Loksado dan apabila ke kanan akan mengarah ke Kecamatan Batulicin. Selanjutnya arahkan kendaraan Anda ke arah Batulicin. Tak lama kemudian, tak jauh dari tikungan ada sebuah penunjuk yang menandakan bahwasanya kita sudah tak jauh lagi dari basecamp Bukit Langara. Anda dapat memarkirkan kendaraan di dekat area Makam Habib Lumpangi.

Harga Tiket Masuk (HTM)
Pengunjung akan dipungut biaya parkir kendaraan bermotor sebesar 5.000 rupiah untuk motor, sedangkan 10.000 rupiah untuk mobil pribadi.

Fasilitas
Terdapat beberapa warung di sekitar lokasi bukit, namun sebaiknya para pengunjung membawa bekal makanan ringan terutama minuman sebelumnya. Diingatkan juga kepada para pengunjung untuk tidak membuang sampah di sekitar lokasi wisata. Dilarang juga untuk meninggalkan apapun selain jejak dan mengambil apapun selain






Bukit Sapu Angin

Bukit Sapu Angin berada di desa Panyipatan, Kecamatan Panyipatan, Tanah laut, Kalimantan Selatan 70871. Bukit ini terbilang masih baru dan masih asri.bukit ini terbilang bukit sabana atau padang rumput.

Puncak bukit ini bukan puncak paling tinggi di perbukitan tanah laut tetepi memiliki view yang bagus,dari bukit ini kalian bisa melihat kota Pelaihari,pantai Batakan,dan perkebunan kelapa sawit tetapi di bukit ini sangat banyak kotoran sapi karena banyak nya sapi yang di lepas di bukit ini untuk memakan rumput.di puncak bukit ini terbilang luas untuk menampung banyak tenda,jadi sangat cocok untuk membuat acara yang berskala besar di puncak nya.



Puncak Bukit Sapu Angin

Bukit ini terbilang bersih dari sampah non organic.jalur tracking bukit ini termasuk salah satu bukit dengan jalur tracking terpanjang di kalimantan selatan, Perjalanan kita mulai dari kota banjarmasin perjalanan dari banjarmasin menuju kota pelaihari memerlukan waktu sekitar 1,5-2 jam menggunakan sepeda motor atau dengan mobil.dari Pelaihari menuju desa Panyipatan memerlikan waktu sekitar 45 menit sampai kantor kecamatan Panyipatan.


                                                                                 Sebelum Puncak

Dari desa panyipatan menuju kaki bukit sekitar 10-15 menit setelah kantor kecamatan ada belokan ke kiri di sana ada musholla masuk ke situ lalu ikuti jalur yang tidak ber aspal kita akan melewati kebun pohon sawit,karet,dan ladang milik warga.

                                                            
                                      Salah View Terbaik Di Puncak Bukit Sapu Angin


Channel You Tube :  Arpi Doank14

Jangan Lupa selalu jangan kebersihan tempat ini ya kawan-kawan, selamat bertualang




Tahura Sultan Adam

Tahura Sultan Adam, Mandiangin merupakan wilayah hutan di perbukitan. Udaranya juga sejuk dan berangin. Di puncaknya, pengunjung dapat menikmati pemandangan perbukitan dan telaga yang berada di dekat Tahura Sultan Adam. Saat memasukinya, pengunjung bakal disuguhi jejeran pepohonan rindang dan lebat.



Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Mandiangin memiliki banyak spot-spot untuk dijelajahi, dari Air Terjun yang mempunyai treking yang menantang, Kolam Belanda, Benteng Belanda, Bukit Tirai Hujan Hingga Pemandangan yang wajib dinikmati ketika menuju puncak Tahura.



                                                             Foto : Puncak Tahura


                                                                  Foto : Air Terjun Putri





Lokasi Tahura Sultan Adam

Area hutan dan perbukitan Tahura Sultan Adam terletak di Jalan Ir Pangeran Mohammad Noor, Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.






                                                             Foto : Benteng Belanda

Rute Menuju Tahura Sultan Adam

Dari kota Banjarmasin menuju Tahura Mandiangin dapat ditempuh sekitar -+2 jam perjalanan, setelah melewati gerbang masuk Tahura, pengunjung akan disambut jalan beraspal yang agak rusak namun tak panjang, selanjutnya aspalnya lumayan mulus. Di tepi jalannya, sesekali ada rumah-rumah warga desa setempat.





Objek wisata pertama di Tahura setelah pos retribusi adalah kolam pemandian Belanda yang mana disekitarnya ada beberapa warung yang menjual aneka makanan dan minuman sekaligus bisa dijadikan tempat parkir. Pengunjung bisa singgah sejenak untuk belanja atau main air di Kolam Belanda tersebut.





                                                   Foto :  Kolam Belanda

Kemudian terus naik lagi mengikuti jalan beraspal sekitar 15-20 menit, hingga menjumpai sebuah warung di sebelah kanan jalan yang mana juga menyediakan jasa parkir. Di sana akan terlihat papan petunjuk menuju puncak.

Jam Buka Tahura Sultan Adam

Untuk melayani kebutuhan para pengunjung, tahura Sultan Adam buka selama 24 jam. Hal ini karena selain kunjungan wisata di siang hari, di lokasi ini juga da area perkemahan, yang tentu berkegiatan selama 24 jam.





























Air Terjun Putri, Mandiangin Tahura Sultan Adam

  “Air terjun di  Tahura Sultan Adam  Mandiangin memiliki 3 tempat, yakni air terjun Mandin Putri. Air terjun ini mempunyai ketinggian sekit...